Profil

Untuk mempermudah supaya Anda memperoleh informasi yang lebih detail tentang kontak kami maka Anda bisa segera menghubungi Mas Efin Setiabudi di 085746755426 (WA / Call / SMS). 








Dokumen 21 Juni 2018 Bapak Subiakto P.











 



BUKTI BAHWA Efin Setiabudi adalah reseller resmi Billionaire Store yang melakukan penjualan produk melalui www.tokodewa.com ini. 


Selamat!

Terimakasih dari kami Billionaire Store untuk anda karena telah mendaftarkan diri untuk bergabung dengan Billionaire Store.

Nama Lengkap:EfinSetiabudi
Invoice:20180815INV001
Bonus Buku 1 : Easy Copywriting
Bonus Buku 2 : Komik Jago Jualan
Nominal Transfer:Rp 498993

Transfer ke :

Bank Mandiri : 130000-61-77771 (an PT Kiblat Pengusaha Indonesia)

Bank BCA : 4372342777 (an PT Kiblat Pengusaha Indonesia)

Jangan lupa untuk melakukan konfirmasi melalui fan page facebook kami setelah melakukan pembayaran. Terima kasih. Semoga ini menjadi awal kesuksesan sahabat billionaire semua.

Salam sukses ! :)


TRANSAKSI TRANSFER KE REKENING BCA TELAH SELESAI DIPROSES


NOMOR REFERENSI
51B8582E-CF01-2288-C501-AAD860E44115


CATAT NOMOR REFERENSI SEBAGAI BUKTI TRANSAKSI ANDA

TRSF E-BANKING DB
1508/FTSCY/WS95011
498993.00
20180815INV001
KIBLAT PENGUSAHA INDONESIA
0000
498,993.00




Beberapa buku juga bisa dipesan melalui PT Billionaire Sinergi Korpora yang juga di kelola oleh Kang Dewa Eka Prayoga dan timnya. 

Hallo,.. kami dari BillionaireStore.co.id
berikut informasi Resi di cekresi.com dengan
Nama : Efin Setiabudi
No Invoice : 20180815INV001
No resi : BDOEC02207174718

Jika butuh bantuan lainnya, Silahkan menghubungi Customer Service kami.

Bukti bahwa saya reseller resmi ada di bawah ini.



Welcome New Reseller!
Selamat datang, selamat bergabung dengan Billionaire Store, Kiblatnya Pengusaha Indonesia.

Akun Reseller Anda kini sudah aktif, silakan login di reseller.billionairestore.co.id dengan

Username : xzzzzzzxxzzzzxxx
Password : xxxxxzzzzzzzzz

Setelah Login, silakan ikuti langkah-langkah berikut :

1. Lengkapi data diri di bagian bawah halaman.
Pastikan data yang diisi tidak ada yang terlewat, karena jika data tidak diisi dengan lengkap, maka akun Reseller tidak dapat digunakan untuk berjualan. 😊

2. Setelah data diisi dengan Lengkap, silakan Pelajari Panduan Reseller pada Menu "Panduan Reseller"

3. Download dan Pelajari File ( PDF) dan video materi pembelajaran untuk mengasah kembali wawasan dan adab berbisnis

Bila ada yang kurang dipahami setelah mempelajari Panduan Reseller, boleh ditanyakan kembali ☺️

Terima Kasih, Penghargaan setinggi tingginya kami berikan kepada Anda yang telah bergabung dengan Billionairestore sebagai langkah awal menuju kesuksesan Anda.
Semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan keberkahan dan kemudahan kepada Anda dalam mencapai kesuksesan tersebut.
                                                                            Billionaire Store terus berupaya untuk membantu perusahaan kecil maupun enterprise dalam mengembangkan usahanya, dan Anda bisa lihat pada testimonial orang-orang yang telah bergabung dalam Billionaire Store.

Sebagai langkah awal, silahkan bergabung dalam group Resellers di

Grup telegram Incubator

https://t.me/xxzzxhdjsjdbsksbsksbdksnsksbs

Kami akan terus "Keep in Touch" dalam memberikan bimbingan kepada Anda secara online maupun offline.

Kritik dan masukan Anda akan menjadi motivasi bagi agar Kami senantiasa memperbaiki pelayanan.
Sekali lagi Kami ucapakan banyak terima kasih dan Sukses selalu.       

*Dewa Eka Prayoga* 😊🙏


Profil Bapak Subiakto PrioSoedarsono

Lahir Subiakto Priosoedarsono
24 Agustus 1949
Probolinggo, Jawa Timur, IndonesiaTempat tinggalJakarta, Indonesia

Pekerjaan

Ketua Perkumpulan Rumah UKM

Chairman PT. Brand In Action (d’Brand)

Direktur Utama PT. Hotlinetama Sarana (Hotline Advertising)

Pada tahun 1980, Subiakto bersama Bati Subakti mendirikan B&B Advertising di mana konsentrasi Subiakto pada bagian Creative, Client Service, Production dan Operasional sedangkan Bati pada bidang Media. Dari sini lahirlah iklan-iklan yang fenomenal seperti Ligna “Kalau Sudah Duduk, Lupa Berdiri”, Polytron “The Winning Theme”, Digitec “Memang Moi”, Engran “Sarapan Kedua”, Kopi Gelatik, KingKong Obat Nyamuk “Kingkong Lo Lawan”, Mayora Permen Kopiko “Gantinya Ngopi”.[3]

Cerita di balik pembuatan Permen Kopikopada tahun 1986 tidak kalah menariknya. Diawali dengan kebutuhan Yogi Hendra Atmadja untuk memenuhi mesin permen yang mampu memproduksi 2 juta pieces per harinya, namun baru terisi 300 ribu pieces dengan merek Chelsea. Meski Chelsea pernah mendominasi pasar permen pada saat itu, namun karena kontrak Mayora dengan Chelsea akan habis, Yogi harus putar otak mencari permen baru untuk mengisi mesin.

Meski dari hasil FGD yang mendapatkan bahwa konsep kopi dalam bentuk permen tidak diterima oleh masyarakat karena ekspektasi orang terhadap kopi masih ingin mendapatkan hangat serta aromanya, Subiakto tetap bersikukuh menyarankan Yogi untuk memproduksi permen kopi yang positioning-nya adalah kopi berbentuk permen yang ditujukan untuk heavy user atau peminum kopi dengan nama Kopiko dengan tagline “Gantinya Ngopi” Subiakto pula lah yang menciptakan karakter tulisan Kopikoserta packaging-nya.

Tak disangka, permen kopi ini mendapat tanggapan yang sangat baik di pasar, bahkan dalam 3 bulan pak Yogi terpaksa harus menghentikan iklan karena kapasitas produksi yang tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Dengan kata lain, produk sangat diterima dengan baik, meski saat di FGD sempat mendapat penolakkan dibandingkan permen rasa jahe atau menthol yang sudah ada di pasar dan diterima oleh konsumen.

Pada tahun 1989, Subiakto terpaksa harus meninggalkan B&B Advertising atas permintaan Yogi karena akan diberikan account besar dari Mayora apabila Subiakto mendirikan agency sendiri. Syarat Yogi “Kalau Pak Biakto kembali dalam waktu 3 hari dengan kartu nama Agency barunya, maka account kopi ini jadi milik Anda” Maka lahir lah Hotline Advertising yang namanya didapat dari buku logo yang belakang hari diketahui logo dari sebuah kaus di Jepang. Dan Hotline Advertising pun mendapatkan kopi Torabika dari Mayora versi Gito Rolies sebagai Client pertamanya, diikuti dengan Biskuit Roma, BengBeng, ChokiChoki, serta Kalbe Promag, Procold, Conce “Concenya Mannnaaa?”

Lahirnya ToraBika tak bisa lepas dari keterlibatan Subiakto yang menerima tantangan dari Yogi Hendra Atmadja untuk menciptakan kopi baru yang kental. ToraBika dibuat oleh Subiakto yang berasal dari gabungan kopi Toraja (Robusta) dan Arabika. Ketika dilakukan promo, kopi ToraBika berhadiah gula pasir, terkadang gulanya hilang. Kemudian Subiakto mengusulkan kepada Yogi kemungkinan untuk menggabungkan kopi dan gula dalam 1 kemasan yang akhirnya disetujui Yogi dan diberikan nama ToraBika Duo.

Tak berhenti disana, Subiakto sebagai Creative Director membidani kelahiran brand-brand besar yang ada di Indonesia, seperti Indomie “Indomie Seleraku”, Supermie, Sarimi, Extra Joss “Ini Biangnya Buat Apa Botolnya”, McDonald “Manalagi Selain di McD”, Obat Nyamuk Tiga Roda, Matrix Satelindo/Indosat, BuKrim, Shinzui, Tropical Minyak Goreng 2x Penyaringan, Kartu As Telkomsel, Panasonic, Citilink, dll.

Sebagai Campaign Director, Subiakto telah mengantar Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode tahun 2004-2009 dengan tagline “Bersama Kita Bisa” dan Fauzi Bowo menjadi Gubernur DKI periode tahun 2007-2012 dengan tagline “Serahkan Pada Ahlinya” dan iklan TVC yang tak mudah untuk dilupakan “Coblos Kumisnya”[4]

Hotline Advertising menjadi salah satu periklanan lokal terbesar selain Matari Advertising pada masanya. Memiliki sekitar 180 orang yang terbagi atas 6 Business Team untuk Advertising dan Media Dept, ditambah PR, Event, Production dan Jingle Dept. Meski diawali hanya oleh 3 orang, yaitu pak Bi, 1 sekretaris dan 1 office boy, Hotline setara dengan Agency yang berkuatan 12 orang artist berkat bantuan 3 buah desktop Apple Macintosh.

Dalam perjalanan berkembangnya Hotline Advertising, 3 anak Subiakto pun sangat mendukung melalui masing-masing bidangnya. Tya Subiakto melalui jingle-jinglenya, Dion Subiakto serta Sati Subiakto melalui Event.

Banyak cerita menarik di balik kelahiran brand-brand besar di atas. Banyak cerita yang perlu diketahui oleh para pelaku usaha. Namun setelah berkarya lebih dari 45 tahun, Subiakto merasa lebih nyaman dinobatkan sebagai Praktisi Branding. Menurut dia, iklan adalah salah satu cara dalam membangun BRAND. Ada banyak hal penting lain dalam membangun BRAND. Apalagi sekarang media sosial berkembang sangat pesat bersamaan dengan berkembangnya teknologi komunikasi.

Kehadiran Subiakto di media sosial seperti twitter dengan akun @Subiakto, Facebook, Path serta Instagram membuat Subiakto berkenalan dengan banyak teman-teman yang akhirnya menyalurkan kegemarannya, yaitu SHARING. Sharing apalagi kalau bukan tentang Brand.

Hal ini pula yang mendasari Subiakto mendorong teman-teman untuk sharing ilmu secara gratis dengan mendirikan Akademi Berbagi pada tahun 2010. Diawali dengan permintaan salah satu followernya, Subiakto bersedia memberikan kelas gratis khusus untuk copywriting dan memintanya untuk mengumpulkan 20 orang lainnya bertempat di kantor Hotline Advertising. Atas bantuan Dwita Y. Soewarno 20 kelas pertama Akademi Berbagi berjalan setiap Jumat sore dengan beragam tema dan pengajar. Karena kepindahan kantor Hotline dari Wolter Monginsidi Kebayoran dan kembali ke gedung di Jl RS Fatmawati yang tidak memiliki kelas besar, akhirnya Akademi Berbagi berjalan sendiri di luar kantor Hotline.

Kepindahan kantor Hotline didasari pada perkembangan industri periklanan masa depan yang lebih mengutamakan networking dan memanfaatkan internet.

Selanjutnya, keberpihakan Subiakto terhadap brand dan produk lokal sejak awal kariernya mendasari langkah dirinya melakukan sharing Branding untuk pelaku UKM terutama menjelang MEA di awal 2016.[5] Untuk menyelenggarakan sharing Branding untuk UKM di seluruh Indonesia, pak Bi membentuk manajemen edukasi dengan nama BukanAkademi sejak awal tahun 2014.[6]Tugas utamanya adalah untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai pentingnya BRAND bagi produk lokal agar bisa bersaing di pasar MEA. Subiakto mengenalkan pentingnya pengalaman pertama dalam membangun Brand. Subiakto juga mengenalkan Komunal Brand sebagai salah satu ‘pagar’ bagi brand-brand lokal di daerah.